Ternyata Bahas Ketimpangan Infrastruktur, Menteri Suharso: Biaya Konstruksi di Wilayah Timur Lebih Mahal

Ternyata Bahas Ketimpangan Infrastruktur, Menteri Suharso: Biaya Konstruksi di Wilayah Timur Lebih Mahal

Laporan Wartawan Tribunnews, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, membahas isu ketimpangan ketersediaan infrastruktur antara wilayah barat dan wilayah timur.

Hal tersebut dikatakan Menteri Suharso saat membahas sasaran pembangunan infrastruktur 2020-2024 dalam Rapat Tingkat Menteri bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto.

“Biaya konstruksi di wilayah timur lebih mahal dibandingkan biaya konstruksi di wilayah barat. Ketimpangan pembangunan infrastruktur dan ketersediaan di timur juga lebih rendah dibanding barat," ujar Menteri Suharso dalam keterangannya, (14/6/2021).

"Tidak hanya itu, rasio elektrifikasi, ketersediaan air minum dan air bersih juga akan kita pastikan," sambungnya.

Maka dari itu, Suharso ingin mengetahui hambatan dari masing-masing Kementerian terkait dengan fiskalnya atau program-program non fiskal termasuk konvergensinya dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Isu strategis lainnya yang turut dibahas antara lain Jalan Tol Trans Sumatera, kualitas jalan daerah, angkutan umum massal perkotaan, jaringan pelabuhan utama, pembangkit listrik, akses air minum perpipaan, percepatan pengelolaan persampahan.

Berdasarkan laporan The Global Competitiveness Index 2019, daya saing infrastruktur Indonesia berada pada peringkat 72 dari 141 negara, tertinggal dari Malaysia, Tiongkok, dan Thailand.

Rendahnya daya saing infrastruktur Indonesia ditunjukkan oleh indikator tingginya biaya logistik sebesar 24 persen dari PDB dan rendahnya kinerja logistik.

“Kita bicara terkait indikator infrastruktur yang jadi sasaran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 dan terkait indeks kemahalan, konstruksi terkait indeks logistik dan terkait harga yang akhirnya ujungnya adalah inflasi," ujar Suharso.

"Karena itulah kami ingin dari bapak-bapak (Menteri) menyampaikan sasaran RKP 2022,” pungkasnya.

Auto Post Artikel di Blogspot

Inilah cara menulis artikel secara otomatis di blogger!


(TRI)(MLS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resep Tahu Kering Balado

Laptop Terbaru Harga Terjangkau

Tersangka Korupsi Asabri Adam Damiri Punya Harta Rp10 M