Harus Tahu Ada Larangan Mudik, Rest Area Bogor Sepi Pengunjung

Harus Tahu Ada Larangan Mudik, Rest Area Bogor Sepi Pengunjung

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi rest area Bogor di KM 38 Tol Jagorawi, terpantau sepi pengunjung pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H atau Lebaran yang jatuh pada 13 Mei 2021.

Kondisi ini sangat berbeda dengan perayaan Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya rest area ini padat dikunjungi pengendara mobil.

Menurut pantauan Tribunnews pada Kamis (13/5/2021), terlihat hanya beberapa mobil saja yang terparkir dan didominasi oleh pelat nomor F yang merupakan masyarakat yang tinggal di Bogor.

Para pengendara pun hanya sekedar mengisi bahan bakar minyak (BBM), dan mengambil uang di ATM Center saja.

Sedikit sekali yang berlalu-lalang di rest area ini.

Biasanya, kondisi rest area ini padat oleh para pemudik dari luar wilayah juga masyarakat yang hendak mudik melalui jalan Tol Jagorawi.

Saking padatnya pengunjung rest area pada tahun-tahun sebelumnya, hingga harus menggunakan tikar untuk sekedar menyantap makan siang.

Sepinya pengunjung rest area ini, dimungkikan karena adanya larangan mudik lokal yang diterbitkan pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Kemenhub Larang Mudik Lokal

Kemenhub menerbitkan kebijakan larangan mudik untuk wilayah aglomerasi.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyebutkan, peniadaan larangan mudik lokal atau antar wilayah aglomerasi ini sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Meski ada kebijakan larangan mudik lokal, lanjut Adita, layanan transportasi tetap berjalan dan tidak ada penyekatan yang dilakukan oleh petugas.

"Layanan transportasi antar wilayah aglomerasi ini tetap berjalan, untuk kepentingan aktivitas esensial sesuai logistik, konstruksi, perhotelan dan pelayanan dasar," ujar Adita dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).

Selain itu transportasi darat sesuai kereta api, ungkap Adita, masih akan beroperasi untuk melayani masyarakat yang masih melakukan aktivitas bekerja.

"Tetapi layanan transportasi ini, akan dibatasi jadwal operasionalnya dan akan diperketat pengawasan terhadap protokol kesehatan," ujar Adita.

Pengaturan transportasi di kawasan aglomerasi ini, menurut Adita, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 13 tahun 2021. Isi Permenhub tersebut yaitu:

- Sektor transportasi darat, transportasi tetap beroperasi secara terbatas melayani kawasan aglomerasi yaitu di: Medan, Binjai, Deli, Serdang, dan Karo (Mebidangro); Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

- Kemudian di wilayah Bandung Raya; Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi (Kedungsepur); Jogja Raya; Solo Raya; Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan (Gerbangkertosusila), dan Makassar, Sungguminasa, Takalar dan Maros (Mamminasata) juga tetap beroperasi dengan terbatas.

"Pengaturan pengoperasian sarana transportasi darat pada kawasan perkotaan dibatasi jumlah operasionalnya, dengan tetap memperhatikan penyediaan bagi operasional sarana untuk kepentingan mendesak dan non mudik," ucap Adita.

Auto Post Artikel di Blogspot

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(TRI)(MLS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resep Tahu Kering Balado

Laptop Terbaru Harga Terjangkau

Cara Menjalankan Aplikasi Smartphone Android di PC